Benjamin Sesko baru saja mencetak dua gol dalam pertandingan Manchester United melawan Burnley yang berakhir imbang 2-2 pada 7 Januari 2026. Namun, pencapaian ini tidak langsung menghentikan gelombang kritik terhadapnya. Banyak pengamat sepak bola, termasuk Tim Sherwood, masih menilai bahwa striker asal Slovenia ini belum sepenuhnya layak membela Setan Merah. Meskipun brace tersebut menggandakan tally golnya di Premier League musim ini menjadi empat, catatan keseluruhan Sesko sejak bergabung pada Agustus 2025 tetap menjadi sorotan. Artikel ini mengulas alasan di balik penilaian tersebut, sambil mempertimbangkan konteks transfer mahal dan ekspektasi tinggi di Old Trafford.
Latar Belakang Transfer Mahal Benjamin Sesko
Manchester United merekrut Benjamin Sesko dari RB Leipzig dengan biaya sekitar £73.7 juta. Transfer ini menjadi salah satu yang paling signifikan di musim panas 2025. Saat itu, klub mengharapkan Sesko bisa menjadi solusi jangka panjang untuk lini depan. Selain itu, Ruben Amorim, yang saat itu masih melatih, melihatnya sebagai tambahan ideal bersama Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha. Akan tetapi, adaptasi Sesko di Premier League ternyata lebih sulit dari perkiraan. Ia sempat absen karena cedera lutut, dan sebelum brace lawan Burnley, hanya mencetak dua gol dalam 16 penampalan. Oleh karena itu, banyak yang mempertanyakan apakah investasi ini sudah terbayar.
Jalannya Pertandingan Lawan Burnley
Pertandingan di Turf Moor berlangsung dramatis. Manchester United tertinggal lebih dulu melalui gol bunuh diri Ayden Heaven pada menit ke-13. Namun, Sesko membalikkan keadaan di babak kedua. Ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-50 melalui tembakan first-time dari umpan Bruno Fernandes. Kemudian, sepuluh menit kemudian, Sesko menambah gol keduanya dengan volley indah dari umpan silang Patrick Dorgu. Kedua gol ini menunjukkan insting tajam Sesko di kotak penalti. Meskipun demikian, Burnley menyamakan skor melalui Jaidon Anthony, sehingga United hanya pulang dengan satu poin. Darren Fletcher, caretaker manager, memuji Sesko dan mengatakan bahwa ia telah menunjukkan video analisis untuk meningkatkan pergerakannya.
Kritik yang Tetap Mengalir Meski Brace
Walaupun Sesko tampil heroik di babak kedua, kritik tidak langsung mereda. Tim Sherwood, analis Sky Sports, bahkan menyebut Sesko “not good enough” untuk Manchester United. Ia menegaskan bahwa performa buruk di babak pertama membuatnya layak diganti, bahkan sampai bilang “never to wear the Manchester United shirt again”. Selanjutnya, Sherwood tetap pada pendiriannya setelah pertandingan, meski mengakui gol-gol itu bisa meningkatkan kepercayaan diri. Di sisi lain, fans di media sosial menyuarakan kekecewaan atas kurangnya konsistensi. Beberapa menyebut Sesko masih kesulitan beradaptasi dengan intensitas Premier League. Bahkan setelah brace, kritik dari Sherwood menjadi sorotan utama.
Analisis Statistik dan Perbandingan
Alasan utama mengapa Benjamin Sesko dinilai tak layak bela Manchester United terletak pada statistik keseluruhannya. Sebelum lawan Burnley, ia hanya memiliki konversi gol rendah dan sering gagal memanfaatkan peluang besar. Selain itu, kontribusi non-gol seperti assist atau duel udara masih minim, meski posturnya mencapai 195 cm. Bandingkan dengan striker elite seperti Erling Haaland, yang konsisten mencetak gol. Di Bundesliga, Sesko pernah produktif dengan 21 gol musim lalu, tapi ritme Premier League berbeda. Oleh sebab itu, analis seperti Adam Bate dari Sky Sports menyoroti bahwa Sesko belum mencetak gol dari luar kotak enam yard di liga ini secara rutin.
Faktor Pendukung dan Tantangan ke Depan
Faktor cedera lutut memperburuk situasi Sesko. Ia absen beberapa pekan, sehingga kehilangan momentum. Setelah kembali, persaingan dengan Cunha dan lainnya semakin ketat. Sementara itu, tekanan di Old Trafford besar, apalagi United sedang berjuang di posisi tengah klasemen pasca-pemecatan Amorim. Karena itu, satu brace saja belum cukup meyakinkan semua pihak. Sesko sendiri mengatakan, “Ini pekerjaan saya mencetak gol,” tapi konsistensi menjadi kunci. Darren Fletcher menekankan pentingnya dukungan tim.
Dari perspektif Lingkaran Bola, yang sering mengulas sepak bola dengan analisis data dan teknologi, performa Sesko bisa dilihat melalui metrik advanced seperti expected goals (xG). Data menunjukkan ia sering underperform dibanding peluang yang didapat. Oleh karena itu, United mungkin perlu strategi baru untuk memaksimalkan potensinya.
Kesimpulannya, meski Benjamin Sesko cetak dua gol lawan Burnley, ia masih dinilai tak sepenuhnya layak bela Manchester United karena kurangnya konsistensi secara keseluruhan dan kritik tajam dari analis seperti Tim Sherwood. Brace ini bisa menjadi titik balik, tapi tekanan hasil segera tetap ada. Jika Sesko terus membaik, kritik mungkin mereda. Pantau terus update terkini dari Lingkaran Bola untuk analisis mendalam seputar sepak bola dan insight terkini.





