Real Madrid baru saja mengumumkan kepergian Xabi Alonso sebagai pelatih utama setelah kekalahan 3-2 dari Barcelona di final Supercopa de España pada 11 Januari 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Alonso baru menjabat selama tujuh bulan. Namun, Lingkaran Bola menemukan bahwa kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid menjadi faktor kunci yang mempercepat akhir proyeknya. Kesalahan ini melibatkan kegagalan klub dalam mendukung permintaan transfer Alonso, yang menyebabkan ketegangan internal.
Alonso datang ke Santiago Bernabeu pada Juni 2025 dengan reputasi tinggi setelah membawa Bayer Leverkusen meraih kesuksesan di Bundesliga. Selain itu, ia membawa visi permainan modern yang menekankan disiplin dan kolektivitas. Meskipun demikian, proyeknya runtuh lebih cepat dari yang diperkirakan. Karena itu, Real Madrid menyoroti bagaimana keputusan manajemen memengaruhi stabilitas tim.
Latar Belakang Penunjukan dan Awal Musim
Klub merekrut Alonso untuk menggantikan Carlo Ancelotti, yang pindah ke tim nasional Brasil. Real Madrid membayar 8 juta Euro kepada Leverkusen untuk mendapatkan jasanya. Awalnya, Alonso mencatat hasil positif dengan 22 kemenangan, empat imbang, dan lima kekalahan di semua kompetisi. Namun, performa tim mulai goyah menjelang akhir 2025.
Lingkaran Bola mencatat bahwa Alonso meminta dukungan transfer untuk memperkuat skuad. Ia mengidentifikasi pemain internasional Spanyol yang bernilai sekitar 60-70 juta Euro sebagai target utama. Pemain ini dianggap cocok dengan filosofinya. Selain itu, Alonso yakin bahwa akuisisi tersebut akan meningkatkan keseimbangan tim. Meskipun begitu, klub ragu untuk mengejarnya karena negosiasi Arsenal sudah maju. Akibatnya, kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid dimulai dari ketidaksepakatan ini.
Detil Kesalahan Transfer
Kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid berpusat pada kegagalan mendatangkan pemain yang diinginkan Alonso. Menurut laporan, pemain tersebut adalah gelandang berbakat yang bisa memberikan stabilitas di lini tengah. Alonso percaya bahwa investasi ini akan memperkuat proyek jangka panjangnya. Namun, presiden Florentino Perez dan manajemen memilih untuk tidak mengejarnya secara agresif.
Selain itu, timing menjadi masalah utama. Arsenal sudah memimpin dalam pembicaraan, dan Real Madrid terlambat bereaksi. Karena itu, Alonso merasa tidak mendapat dukungan penuh. Lingkaran Bola menganalisis bahwa keputusan ini menciptakan retak di ruang ganti. Kemudian, performa tim menurun, dengan hanya dua kemenangan dalam delapan pertandingan akhir 2025. Meskipun demikian, Alonso tetap berusaha menjaga fokus skuad.
Konflik Internal dan Tekanan
Kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid memperburuk konflik antara pelatih dan manajemen. Alonso menyampaikan kelelahannya atas ketidakpastian posisinya selama pertemuan di Valdebebas. Selain itu, laporan menyebutkan ketidakharmonisan dengan pemain, termasuk persiapan fisik yang buruk dan citra tim yang negatif. Karena itu, tekanan meningkat setelah kekalahan dari Celta Vigo dan Manchester City.
Puncaknya terjadi setelah kekalahan dari Barcelona di Jeddah. Raphinha mencetak gol penentu, dan Real Madrid gagal memaksakan adu penalti. Kemudian, klub mengumumkan kepergian Alonso melalui kesepakatan bersama. Meskipun disebut mutual, banyak yang meragukannya karena kecepatan pengumuman pengganti. Akibatnya, kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid menjadi katalisator utama.
Penggantian dan Dampak Jangka Pendek
Real Madrid segera menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan rekan Alonso, sebagai pengganti. Arbeloa sebelumnya melatih tim cadangan, dan ia diharapkan membawa stabilitas. Selain itu, transisi ini berlangsung cepat, hanya delapan menit setelah pengumuman kepergian Alonso. Karena itu, klub ingin segera bangkit.
Lingkaran Bola menilai bahwa tim saat ini berada di posisi kedua La Liga, tertinggal empat poin dari Barcelona, dan ketujuh di Liga Champions. Meskipun demikian, kegagalan di Club World Cup semi-final melawan PSG menambah tekanan. Kemudian, kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid meninggalkan pelajaran tentang pentingnya dukungan manajemen.
Masa Depan Alonso dan Pelajaran untuk Madrid
Alonso kemungkinan akan kembali ke Leverkusen atau klub lain di Eropa. Selain itu, karirnya sebagai pelatih tetap cerah meskipun kegagalan ini. Karena itu, ia bisa bangkit seperti pelatih lain yang pernah gagal di Madrid.
Di sisi lain, Real Madrid harus merefleksikan strategi mereka. Lingkaran Bola berpendapat bahwa kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid menunjukkan kebutuhan keseimbangan antara ambisi dan kesabaran. Meskipun klub terkenal dengan standar tinggi, pemecatan cepat seperti ini bisa merusak citra. Akibatnya, Arbeloa menghadapi tantangan besar untuk menyatukan skuad.
Kesimpulan
Kesalahan 60 juta Euro Xabi Alonso Real Madrid mempercepat akhir proyek yang semula menjanjikan. Meskipun penuh potensi, benturan antara visi Alonso dan keputusan klub menyebabkan kegagalan. Lingkaran Bola berharap Madrid belajar dari ini dan bangkit di bawah Arbeloa. Akhirnya, cerita ini mengingatkan bahwa sukses di sepak bola memerlukan harmoni total antara pelatih, pemain, dan manajemen.





