Manchester United menemukan kembali semangat juang di era baru Michael Carrick. Klub menunjuk Carrick sebagai interim head coach hingga akhir musim pada 13 Januari 2026. Carrick langsung menghadapi kritik pedas dari legenda klub Roy Keane. Namun, kemenangan meyakinkan 2-0 atas Manchester City di derby pada 17 Januari 2026 membuat Michael Carrick buat Roy Keane menjilat ludah sendiri. Lingkaran Bola menganalisis bagaimana momen ini membalikkan narasi dan membuktikan keputusan United tepat.
Kritik Pedas Roy Keane Sebelum Derby: “Circus Act” di Old Trafford
Pertama-tama, Roy Keane melontarkan kritik sebelum laga derby dimulai. Di podcast Stick to Football dan Sky Sports, Keane menyebut penunjukan Carrick sebagai bagian dari “circus act” di Old Trafford. Ia meragukan rekam jejak Carrick di Middlesbrough yang gagal promosi serta staf pelatih seperti Jonny Evans dan Jonathan Woodgate yang baru saja libur di pantai. Selain itu, Keane menyindir istri Carrick, Lisa, dengan komentar kasar “she’s probably doing the team talk” – merujuk perseteruan lama sejak 2014. Keane bahkan menyatakan dirinya khawatir dan menolak membantu United dalam kondisi seperti ini.
Respons Tenang Carrick: Fokus pada Tugas, Bukan Opini Pundit
Selanjutnya, Carrick merespons kritik tersebut dengan tenang. Di konferensi pers pra-laga, ia menyebut opini mantan pemain “irrelevant” dan komentar pribadi Keane “did not bother” dirinya. Ia fokus pada tugas utama: membangun kepercayaan diri tim dan mengembalikan “magic” United. Meskipun demikian, tekanan besar menanti di laga pertama – derby melawan City yang sedang mengejar gelar dan off-form.
Penampilan Dominan United: Gol Mbeumo & Dorgu Kunci Kemenangan
Kemudian, United tampil dominan meski City menguasai possession 68%. Bryan Mbeumo membuka skor pada menit 65 melalui serangan balik cepat. Patrick Dorgu menambah gol pada menit 76. Lisandro Martinez dan Harry Maguire memimpin pertahanan solid, sementara pressing tinggi membuat City frustrasi. Hasil ini tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan: United naik ke posisi kelima, hanya selisih satu poin dari zona Liga Champions.
Reaksi Keane Pasca-Laga: “Credit Where It’s Due” & “Calm Down”
Di sisi lain, reaksi Keane berubah drastis setelah laga selesai. Di studio Sky Sports, ia mengakui harus memberikan “credit where it’s due”. Meskipun tetap meminta semua pihak “calm down” dan tidak terburu-buru menjadikan Carrick permanen, Keane memuji performa tim. Ia menyebut kemenangan ini sebagai “dream scenario” bagi Carrick karena momentum tepat, pemain fit, dan strategi sederhana tapi efektif melawan City yang sedang off-form. Oleh karena itu, Michael Carrick buat Roy Keane menjilat ludah sendiri menjadi headline media, karena legenda yang dikenal kritis ini akhirnya memberikan apresiasi.
Bukti Nilai Carrick: Paham DNA United & Bangun Momentum
Akhirnya, kemenangan ini membuktikan nilai Carrick. Sebagai mantan gelandang legendaris United (lima gelar Premier League, satu Liga Champions), Carrick memahami betul identitas klub: intensitas, transisi cepat, dan semangat suporter. Old Trafford bergemuruh dengan lap of honour pasca-laga, sesuatu yang Keane akui “mungkin tidak disukai” tapi layak. Lingkaran Bola melihat ini sebagai bukti kepemimpinan tenang Carrick bisa menyatukan tim di tengah kekacauan sebelumnya.
Dengan 16 laga tersisa, Carrick memiliki kesempatan membuktikan diri. Jika konsistensi terjaga, posisi permanen mungkin terbuka. Pantau terus perkembangan United di situs kami untuk analisis taktik mendalam, reaksi pundit, dan prediksi laga berikutnya. Kemenangan derby ini baru awal – tapi sudah cukup membuat kritikus seperti Keane mengakui kesalahan!





