Manchester City mengalami kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodø/Glimt pada matchday Liga Champions, Selasa 20 Januari 2026. Pertandingan berlangsung di Aspmyra Stadion, Norwegia, di tengah cuaca dingin ekstrem Arctic Circle. Man City Bodø/Glimt menjadi headline dunia karena tim underdog Norwegia berhasil membongkar pertahanan juara bertahan Premier League.
Pertama-tama, Bodø/Glimt membuka keunggulan cepat. Kasper Waarts Høgh mencetak dua gol dalam waktu tiga menit pada babak pertama. Selanjutnya, Jens Petter Hauge menambah gol ketiga lewat tendangan melengkung indah. Akibatnya, Man City tertinggal 0-3 sebelum turun minum. Rayan Cherki sempat memperkecil skor menjadi 1-3 di babak kedua, tetapi Rodri mendapat kartu merah setelah dua kartu kuning berturut-turut. Dengan demikian, City bermain 10 orang dan gagal comeback.
Pep Guardiola tampak kecewa berat pasca-pertandingan. Manajer asal Spanyol itu mengakui segala hal berjalan melawan timnya. “Sejak awal tahun baru, rasanya segala hal berjalan melawan kami dalam banyak detail,” ujar Guardiola dalam konferensi pers. Lebih lanjut, ia menekankan, “Everything is going wrong, going against us.” Guardiola juga memuji performa Bodø/Glimt. Ia menyebut tim itu luar biasa secara defensif berkat konsistensi pelatih dan pemain yang sama selama bertahun-tahun.
Kronologi Kekalahan Man City Bodø/Glimt
Man City Bodø/Glimt dimulai dengan tekanan dari tuan rumah. Bodø/Glimt memanfaatkan transisi cepat dan pressing tinggi. Oleh karena itu, City kesulitan membangun serangan. Cedera beberapa pemain kunci seperti Savinho dan Jeremy Doku membuat lini depan kurang tajam. Begitu juga, absennya winger membuat City sulit menembus pertahanan rapat lawan. Di samping itu, kartu merah Rodri menjadi pukulan telak. Guardiola menilai kartu kedua Rodri “terlalu lunak,” tetapi ia tidak menyalahkan wasit sebagai penyebab utama kekalahan.
Selain itu, Guardiola menyoroti kondisi tim yang rapuh. “Kami fragile seperti musim lalu di periode tertentu,” katanya. Meskipun demikian, ia memuji perjuangan pemain saat bermain 10 orang. Banyak pemain melakukan step up, tetapi hasil tetap tidak berpihak. Guardiola menuntut perubahan dinamika cepat. “Kami harus ubah dinamika untuk laga berikutnya melawan Wolves dan Galatasaray,” tegasnya.
Reaksi Pemain & Dampak ke Klasemen
Erling Haaland menyebut kekalahan ini “memalukan.” Striker Norwegia itu meminta maaf kepada suporter karena timnya tampil buruk. Haaland mengakui Bodø/Glimt bermain jauh lebih baik sepanjang laga. Kekalahan ini menambah catatan buruk City. Sebelumnya, mereka kalah dari Manchester United dan menjalani beberapa hasil imbang di Premier League. Kini, Man City Bodø/Glimt memperburuk posisi di fase liga Champions League. Tim perlu poin maksimal di dua laga sisa agar lolos ke babak knockout.
Analisis Lingkaran Bola
Menurut Lingkaran Bola, kekalahan ini bukan sekadar blip. Man City menghadapi krisis kepercayaan diri pasca-libur musim dingin. Guardiola harus segera menemukan solusi untuk lini belakang yang rapuh dan serangan yang tumpul. Bodø/Glimt membuktikan bahwa tidak ada tim yang aman di kompetisi Eropa. Konsistensi mereka sejak semi-final Europa League musim lalu menjadi pelajaran berharga.
Dengan segala tantangannya, Man City Bodø/Glimt menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh kejutan. Guardiola dan anak asuhnya harus bangkit cepat. Apakah City bisa balikkan keadaan di laga-laga krusial mendatang? Pantau terus update terbaru di sini.





