Inter Milan bersiap menghadapi salah satu laga paling krusial musim ini. Pada 21 Januari 2026, Nerazzurri akan bertandang ke Emirates Stadium untuk leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Arsenal. Tim asuhan Simone Inzaghi mengincar kemenangan yang bisa Inter Milan hapus kutukan laga besar di kompetisi Eropa. Lingkaran Bola menganalisis kondisi terkini, rekor buruk Inter, serta strategi yang bisa membalikkan tren negatif.
Kutukan Laga Besar: Rekor Buruk Inter vs Tim Elite Eropa
Pertama-tama, kutukan laga besar menghantui Inter selama beberapa tahun terakhir. Sejak musim 2022/23, Inter hanya meraih satu kemenangan dari 11 pertandingan melawan tim-tim top Eropa (Juventus, Real Madrid, Bayern, Manchester City, Liverpool, Barcelona). Kekalahan telak 0-4 dari Bayern di final 2023 serta dua kekalahan dari Manchester City di final 2023 dan grup 2024 menjadi bukti nyata. Selain itu, Inter sering gagal mencetak gol di laga besar, dengan rata-rata hanya 0,7 gol per pertandingan melawan tim elite.
Performa Solid di Grup & Tantangan Melawan Arsenal
Selanjutnya, performa Inter di Liga Champions musim ini cukup solid. Mereka lolos sebagai juara grup dengan 16 poin dari 6 laga, hanya kalah sekali dari Bayer Leverkusen. Lautaro Martinez mencetak 6 gol dan 3 assist, sementara Marcus Thuram memberikan kontribusi besar di lini depan. Namun, pertahanan Inter masih rentan saat menghadapi tim yang bermain cepat dan pressing tinggi – persis gaya Arsenal di bawah Mikel Arteta.
Pesan Tegas Inzaghi: “Kami Lebih Matang dan Lapar”
Kemudian, Simone Inzaghi memberikan pernyataan tegas dalam konferensi pers pra-laga. Ia mengakui rekor buruk melawan tim besar, tapi menekankan bahwa skuad saat ini punya mentalitas berbeda. “Kami tidak lagi tim yang sama seperti 2023. Kami lebih matang, lebih lapar, dan lebih siap menghadapi laga besar,” ujar Inzaghi. Ia juga menyiapkan taktik khusus: pressing selektif di lini tengah, memanfaatkan kecepatan Thuram dan Martinez, serta memaksimalkan umpan silang dari sayap melalui Dumfries dan Dimarco.
Kekuatan Arsenal & Peluang Inter di Emirates
Di sisi lain, Arsenal datang dengan performa impresif. Mereka memuncaki grup Liga Champions dengan 18 poin dari 6 laga dan belum kalah di Premier League musim ini. Bukayo Saka, Martin Ødegaard, dan Declan Rice menjadi motor serangan, sementara pertahanan dipimpin William Saliba dan Gabriel yang sangat solid. Meskipun demikian, Inter punya pengalaman lebih banyak di fase gugur Liga Champions, dan mereka berhasil mencatatkan 4 clean sheet dari 6 laga grup.
Misi di Leg Pertama: Kemenangan untuk Balikkan Tren
Akhirnya, Inter Milan hapus kutukan laga besar menjadi misi utama Nerazzurri di leg pertama ini. Kemenangan di Emirates akan memberikan keuntungan besar menuju leg kedua di Giuseppe Meazza. Lingkaran Bola melihat peluang Inter cukup terbuka jika mereka bisa memanfaatkan transisi cepat dan menjaga konsentrasi pertahanan. Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, melainkan soal mentalitas juara yang Inter ingin buktikan kembali.
Pantau terus perkembangan laga Inter vs Arsenal di Lingkaran Bola untuk live update, analisis taktik mendalam, highlight pertandingan, serta prediksi skor. Inter punya kesempatan emas untuk mengakhiri kutukan – mari kita dukung Nerazzurri sampai akhir!





