Arsenal baru saja melewati momen yang sangat mengecewakan di Premier League. Pada 17 Januari 2026, The Gunners bermain imbang 0-0 melawan Nottingham Forest di City Ground. Hasil ini membuat fans dan pelatih Mikel Arteta merasa frustrasi karena tim melewatkan peluang emas memperlebar jarak dengan Manchester City. Namun, Arsenal tidak ada waktu larut kekecewaan – tim harus segera bangkit. Lingkaran Bola menganalisis situasi ini dan memberikan pesan penting bagi skuad Arteta.
Dominasi Tanpa Gol: Arsenal Buang Banyak Peluang Emas
Pertama-tama, pertandingan berjalan sangat ketat. Arsenal mendominasi penguasaan bola hingga 68% dan menciptakan empat peluang besar. Gabriel Martinelli gagal memanfaatkan peluang terbuka, Declan Rice dan Mikel Merino juga menyia-nyiakan kesempatan, sementara sundulan Bukayo Saka diselamatkan secara luar biasa oleh kiper Matz Sels. Selain itu, kontroversi muncul di menit 80 ketika bola mengenai tangan Ola Aina, tetapi VAR tidak memberikan penalti. Mikel Arteta menyebut keputusan itu “very clear penalty” dan menyatakan kekecewaan mendalam pasca-laga.
Dua Imbang Tanpa Gol Berturut-turut: Rekor Buruk Sejak 2012/13
Selanjutnya, hasil ini membuat Arsenal mencatat dua laga beruntun tanpa gol di Premier League. Sebelumnya, mereka juga bermain imbang 0-0 melawan Liverpool di Emirates. Ini menjadi kali pertama sejak musim 2012/13 The Gunners mengalami dua imbang tanpa gol berturut-turut. Meskipun demikian, tim tetap memimpin klasemen dengan 50 poin dari 22 pertandingan, unggul 7 poin atas Manchester City. Keunggulan ini sebenarnya bertambah karena City kalah dari Manchester United sebelumnya. Oleh karena itu, situasi tidak seburuk yang terlihat – Arsenal masih dalam posisi sangat kuat.
Pesan Keras Mikel Arteta: “We Have No Time to Dwell on Disappointment”
Kemudian, Mikel Arteta memberikan pesan tegas kepada para pemain. Ia mengakui kekecewaan karena tim tidak memanfaatkan peluang, tetapi menekankan pentingnya move on cepat. “We have no time to dwell on disappointment,” ujar Arteta. Pertandingan berikutnya menanti di Liga Champions melawan Inter Milan pada 21 Januari 2026, diikuti laga Premier League melawan Manchester United di Old Trafford pada 25 Januari. Di sisi lain, jadwal padat ini menjadi ujian mental. Arteta menuntut para pemain menunjukkan karakter juara dengan fokus penuh dan tidak larut dalam penyesalan.
Mentalitas Juara: Arsenal Masih di Jalur Gelar Pertama Sejak 2004
Di era 2026, mentalitas menjadi kunci utama dalam perebutan gelar. Arsenal tidak ada waktu larut kekecewaan – tim harus belajar dari dua laga tanpa gol ini. Mereka tetap menunjukkan pertahanan solid (tidak kebobolan satu pun tembakan on target dari Forest) dan menciptakan peluang lebih banyak dibandingkan lawan. Bukayo Saka, Declan Rice, dan Martin Odegaard perlu lebih klinis di depan gawang. Lingkaran Bola yakin skuad ini punya kualitas untuk bangkit dan merebut gelar pertama sejak 2004.
Kesimpulan: Saatnya Fokus ke Depan & Dukung Sampai Akhir
Akhirnya, pesan bagi para fans dan pemain sangat jelas: lihat ke depan. Arsenal memimpin dengan nyaman, memiliki skuad terkuat dalam beberapa tahun, dan masih punya banyak laga untuk membuktikan diri. Tidak ada waktu untuk meratapi kesempatan yang terlewat – saatnya fokus pada kemenangan berikutnya. Pantau terus perkembangan Arsenal di Lingkaran Bola untuk analisis mendalam, highlight pertandingan, dan prediksi laga selanjutnya. The Gunners masih di jalur juara – mari kita dukung mereka sampai akhir!





